Tuesday, 3 February 2015

Sejarah Domestikasi Hewan


Salah satu cara manusia saat itu untuk mengumpulkan makanan dengan adalah dengan cara mendomestikasi hewan liar menjadi hewan peliharaan. Hewan yang mengalami domestikasi hidupnya dikuasai sepenuhnya oleh manusia dan membawa manfaat ekonomis bagi manusia. Hewan yang didomestikasi biasanya menjadi relatif stabil dan sulit berubah menjadi liar kembali. Namun hewan yang terdomestikasi kadang dapat menjadi liar kembali dan biasa disebut feral.

Istilah domestikasi seringkali dikacaukan dengan istilah “penjinakan” (tame) . Bedanya adalah hewan yang dijinakan masih menyimpan sifat-sifat liarnya yang sewaktu-waktu bisa keluar. Hasil dari mendomestikan hewan liar adalah manusia menguasai hidupnya secara penuh untuk dimanfaatkan secara ekonomis. Karena itu manusia harus bertanggung jawah atas kehidupan hewan tersebut seperti menyediakan kebutuhan pakanya dan mengatur pengembangbiakan atau reproduksinya.

Era modern ini, dalam mendomestikan hewan liar manusia menggunakan berbagai ilmu yang saling berkaitan. Keterlibatan ilmu tersebut diantaranya adalah ilmu palaentologi, arkeologi, anatomi komparatif, embriologi, faal, genetika dan lain sebagainya. Proses domestikasi ditandai denagan adanya perubahan-perubahan anatomik dan tingkah laku hewan, namun tidak pada keadaan faalinya. Misalnya, antara hewan liar dengan hewan yang sudah terdomestikasi dapat berbeda dalam panjang kakinya, panjang badannya, bentuk kepalanya, panjang ekornya dan sebagainya. Namun fungsi (faal) organ tubuhnya (pernafasan, pencernaan, peredaran darahnya,  dsb.) masih tetap.

Domestikasi ternak dan tanaman merupakan salah satu pengaruh dari berkembangnya peradaban manusia.Hal ini juga beriringan dengan berkembangnya ilmu pengatahuan dan kehidupan sosial yang membuat sistem peternakan maupun pertanian semakin produktif. Tak bisa dipungkiri, dulu manusia purba yang hidup di jaman batu tua (Old Stone Age) masih menggunakan sistem berburu dan mengumpulkan makanan. Mereka membentuk kelompok- kelompok kecil dan belum membentuk sebuah tatanan masyarakat seperti saat ini. Hukum rimba merupakan hokum yang berlaku saat itu, siapa yang kuat adalah pemenangnya. Selain ancaman dari kelompok lain, ancaman besar lainya adalah dari hewan karnivora atau hewan predator. Karena manusia saat itu masih hidup di alam terbuka. Namun, manusia merupakan ciptaan tuhan yang paling sempurna. Manusia memiliki akal pikiran yang akan terus menemukan teknologi- teknologi baru. Awal terjadinya proses domestikasi belum diketahui waktunya secara pasti.


About the Author

Unknown

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Post a Comment


iklan

 

Copyright © Satwaku.com. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com