Dalam bahasa Inggris, kedokteran hewan disebut veterinary medicine, sedangkan dokter hewannya sendiri disebut veterinary physician yang disingkat menjadi veterinarian(American English) atau veterinary surgeon (British English). Istilah ini berasal dari bahasa Latin, veterinarius. Veterinarius adalah nama yang diberikan kepada sekelompok orang yang bertugas untuk mengurusi veterinae (hewan pekerja).
Dalam melaksanakan tugasnya, seorang dokter hewan harus tahu
tentang ilmu peternakan dan seorang sarjana peternakan juga boleh untuk
mengetahui seluk-beluk ilmu kedokteran hewan. Namun dalam melaksanakan
profesinya tentunya masing-masing mempunyai tugas dan kewenangan tertentu yang
tidak boleh dilanggar.
Tidak sedikit pula dokter hewan berkecimpung di dunia petarnakan karena itu ilmu manajemen dan ekonomi sedikit banyak digunakan sebagai penunjang. Mata kuliah yang penting di fakultas ini antara lain anatomi, diagnosa klinik, farmakologi, ilmu bedah, dan ilmu reproduksi.
Ilmu kedokteran hewan merupakan ilmu yang mempelajari hewan dari segi penyakitnya, meliputi pencegahan (preventif), pemberantasan (eradikatif), dan penyembuhannya (kuratif). Hewan yang ditangani :
- Hewan ternak (farm animals, livestock, misalnya sapi, kambing, babi, ayam, dsb),
- Satwa liar,
- Hewan kesayangan (pet animals), dan
- Hewan-hewan akuatik (ikan, mamalia air, dsb)
Aristoteles, salah satu dari tiga filosof terbesar Yunani kuno,
dikenal sebagai bapak kedokteran hewan karena ia adalah orang pertama yang
melakukan penelitian mendalam mengenai hewan. Aristoteles meneliti berbagai
jenis hewan. Mencatat hal-hal yang ia temukan. Menuliskan hasil penelitiannya
itu dalam berbagai buku-bukunya, yang dijadikan acuan untuk pengembangan ilmu
selanjutnya. Aristoteles menulis banyak buku yang selanjutnya digunakan selama
ratusan tahun sebagai dasar ilmu pengetahuan dalam memahami hewan. Beberapa
judul buku yang ditulisnya antara lain the history of animals, the
parts of animals, dan the generation of animals. Namun karyanya dalam
bidang biologi yang
paling besar adalah The Ladder of Life. Buku yang mengelompokkan hewan
menjadi berbagai tingkatan, ibarat sebuah tangga, berdasarkan fungsi dan
kompleksitas tubuhnya.
Pendidikan dokter hewan di Indonesia terbagi menjadi dua
tahap. Tahap pertama adalah pendidikan sarjana (S-1) yang biasanya ditempuh
selama delapan semester. Setelah menyelesaikan tahap ini, seseorang akan
mendapatkan gelar sarjana kedokteran hewan (S.K.H.). Tahap kedua adalah
pendidikan profesi (koas) yang biasanya memerlukan waktu 1,5 tahun. Setelah
menyelesaikan koas, seseorang baru akan mendapatkan gelar dokter hewan (drh).
Jumlah universitas yang memiliki fakultas atau program studi
kedokteran hewan di Indonesia berjumlah 10 buah. Kesepuluh universitas itu
adalah :
- Universitas Syiah Kuala (Aceh)
- Institut Pertanian Bogor (Bogor)
- Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta)
- Universitas Airlangga (Surabaya)
- Universitas Wijaya Kusuma (Surabaya)
- Universitas Brawijaya (Malang)
- Universitas Udayana (Denpasar)
- Universitas Nusa Tenggara Barat (Mataram)
- Universitas Hasanuddin (Makassar)
- Universitas Nusa Cendana (Kupang)
Menjadi seorang dokter hewan tidak dapat dibilang mudah
sebab pasien yang dihadapi cukup beragam. Mulai dari hewan akuatik hingga hewan
kesayangan. Menjadi dokter hewan merupakan salah satu bentuk menjaga kesehatan
manusia melalui kesehatan hewan.
Referensi: http://id.wikipedia.org/wiki/Kedokteran_hewan
http://www.jurusankuliah.net/2013/08/jurusan-kedokteran-hewan.html
0 komentar:
Post a Comment