Tuesday, 3 February 2015

Kedokteran Hewan

Dalam bahasa Inggris, kedokteran hewan disebut veterinary medicine, sedangkan dokter hewannya sendiri disebut veterinary physician yang disingkat menjadi veterinarian(American English) atau veterinary surgeon (British English). Istilah ini berasal dari bahasa Latin, veterinarius. Veterinarius adalah nama yang diberikan kepada sekelompok orang yang bertugas untuk mengurusi veterinae (hewan pekerja).





Motto dokter hewan adalah “Mriga Satwa Sewaka”  yang berarti mengabdi manusia melalui hewan. Dokter hewan bisa termasuk dalam konsep profesi medik (medical professions) yang tunduk pada internaional medical ethics, tetapi  juga bisa dalam profesi pertanian (agriculturist).
Dalam melaksanakan tugasnya, seorang dokter hewan harus tahu tentang ilmu peternakan dan seorang sarjana peternakan juga boleh untuk mengetahui seluk-beluk ilmu kedokteran hewan. Namun dalam melaksanakan profesinya tentunya masing-masing mempunyai tugas dan kewenangan tertentu yang tidak boleh dilanggar.

Tidak sedikit pula dokter hewan berkecimpung di dunia petarnakan karena itu ilmu manajemen dan ekonomi sedikit banyak digunakan sebagai penunjang. Mata kuliah yang penting di fakultas ini antara lain anatomi, diagnosa klinik, farmakologi, ilmu bedah, dan ilmu reproduksi. 
Ilmu kedokteran hewan merupakan ilmu yang mempelajari hewan dari segi penyakitnya, meliputi pencegahan (preventif), pemberantasan (eradikatif), dan penyembuhannya (kuratif). Hewan yang ditangani :


  • Hewan  ternak (farm animals, livestock,  misalnya sapi, kambing, babi, ayam, dsb),
  • Satwa liar,
  • Hewan kesayangan (pet animals), dan
  • Hewan-hewan akuatik (ikan, mamalia air, dsb)

Aristoteles, salah satu dari tiga filosof terbesar Yunani kuno, dikenal sebagai bapak kedokteran hewan karena ia adalah orang pertama yang melakukan penelitian mendalam mengenai hewan. Aristoteles meneliti berbagai jenis hewan. Mencatat hal-hal yang ia temukan. Menuliskan hasil penelitiannya itu dalam berbagai buku-bukunya, yang dijadikan acuan untuk pengembangan ilmu selanjutnya. Aristoteles menulis banyak buku yang selanjutnya digunakan selama ratusan tahun sebagai dasar ilmu pengetahuan dalam memahami hewan. Beberapa judul buku yang ditulisnya antara lain the history of animals, the parts of animals, dan the generation of animals. Namun karyanya dalam bidang biologi yang paling besar adalah The Ladder of Life. Buku yang mengelompokkan hewan menjadi berbagai tingkatan, ibarat sebuah tangga, berdasarkan fungsi dan kompleksitas tubuhnya.

Pendidikan dokter hewan di Indonesia terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama adalah pendidikan sarjana (S-1) yang biasanya ditempuh selama delapan semester. Setelah menyelesaikan tahap ini, seseorang akan mendapatkan gelar sarjana kedokteran hewan (S.K.H.). Tahap kedua adalah pendidikan profesi (koas) yang biasanya memerlukan waktu 1,5 tahun. Setelah menyelesaikan koas, seseorang baru akan mendapatkan gelar dokter hewan (drh).
Jumlah universitas yang memiliki fakultas atau program studi kedokteran hewan di Indonesia berjumlah 10 buah. Kesepuluh universitas itu adalah :
  • Universitas Syiah Kuala (Aceh)
  • Institut Pertanian Bogor (Bogor)
  • Universitas Gadjah Mada (Yogyakarta)
  • Universitas Airlangga (Surabaya)
  • Universitas Wijaya Kusuma (Surabaya)
  • Universitas Brawijaya (Malang)
  • Universitas Udayana (Denpasar)
  • Universitas Nusa Tenggara Barat (Mataram)
  • Universitas Hasanuddin (Makassar)
  • Universitas Nusa Cendana (Kupang)
Menjadi seorang dokter hewan tidak dapat dibilang mudah sebab pasien yang dihadapi cukup beragam. Mulai dari hewan akuatik hingga hewan kesayangan. Menjadi dokter hewan merupakan salah satu bentuk menjaga kesehatan manusia melalui kesehatan hewan.


Referensi:           http://id.wikipedia.org/wiki/Kedokteran_hewan
                          http://www.jurusankuliah.net/2013/08/jurusan-kedokteran-hewan.html
               


About the Author

Unknown

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Post a Comment


iklan

 

Copyright © Satwaku.com. All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com