Sejak dulu aku memang suka memelihara hewan. Iseng2 saat itu browsing pasar
hewan di jogja. PASTY, itulah tempat yang beberapa kali tanpa bosan aku kesana.
Pasar aneka satwa dan tanaman Yogyakarta, salah satu tempat melepas stress saat
kuliah di DTM.
Aduuh , jadi ingat DTM, solidarity m forrefer, hhahah. Awal pertama kali aku kesana, berbekal alamat dr internet yg beralamtkan di Jl Raya bantul no 1,, Langsung aku meluncur, dengan beberapa kali taya ke tukang becak dan berputar2 akhirnya aku sampai juga. Waktu itu sudah pukuln 16.00 lebih. Wow, lengkap juga hewan dan fasilitas disana. Ada masjid, kran air minum, kandang besar yang di huni beberpa hewan, warung makan dan arean yang cukup luas. Sebenarnya di seberang tempat penjualan hewan ada juga tempat jual tanaman yang cukup besar. Hanya dipisahkan oleh jalan raya. Saat itu aku memang berniat untuk mencari sugar glider, hewan imut asal papua. Setelah berputar, aku melihat heawn yang kukira sg, tpternyata tupai terbang. Saat itu aku belum tahu dan langsung kutebus dengan harga 115 ribu. Hewan disana memang banyak, tapi tidak untuk hewan appendix alias dilindungi. Ada papan tersendiri yang mensosialisasikan peraturan itu. Lain waktu, aku pernah melihat seseorang yang membawa pistol dan memakai pakaian hijau khas BKSDA. Macam hewan disana diantaranya burung, ayam, kucing, anjing, hamster, reptile, ikan an msih banyak lainya. Beberpa lkali aku melihat turis yang hunting menggunakan kamera dslr lengkap dengan tripodnya,. Bersambung,,.,,.
Aduuh , jadi ingat DTM, solidarity m forrefer, hhahah. Awal pertama kali aku kesana, berbekal alamat dr internet yg beralamtkan di Jl Raya bantul no 1,, Langsung aku meluncur, dengan beberapa kali taya ke tukang becak dan berputar2 akhirnya aku sampai juga. Waktu itu sudah pukuln 16.00 lebih. Wow, lengkap juga hewan dan fasilitas disana. Ada masjid, kran air minum, kandang besar yang di huni beberpa hewan, warung makan dan arean yang cukup luas. Sebenarnya di seberang tempat penjualan hewan ada juga tempat jual tanaman yang cukup besar. Hanya dipisahkan oleh jalan raya. Saat itu aku memang berniat untuk mencari sugar glider, hewan imut asal papua. Setelah berputar, aku melihat heawn yang kukira sg, tpternyata tupai terbang. Saat itu aku belum tahu dan langsung kutebus dengan harga 115 ribu. Hewan disana memang banyak, tapi tidak untuk hewan appendix alias dilindungi. Ada papan tersendiri yang mensosialisasikan peraturan itu. Lain waktu, aku pernah melihat seseorang yang membawa pistol dan memakai pakaian hijau khas BKSDA. Macam hewan disana diantaranya burung, ayam, kucing, anjing, hamster, reptile, ikan an msih banyak lainya. Beberpa lkali aku melihat turis yang hunting menggunakan kamera dslr lengkap dengan tripodnya,. Bersambung,,.,,.
0 komentar:
Post a Comment